Pendidikan adalah syarat mutlak untuk melahirkan rakyat yang kritis dan berdaya. Rakyat yang tidak terdidik akan mudah dikendalikan oleh elite yang pandai memainkan narasi. Sebaliknya, rakyat yang memiliki wawasan luas akan lebih mampu mengawasi jalannya kekuasaan dan memastikan arah pembangunan benar-benar untuk kepentingan bersama.
Kesadaran ini tidak bisa lahir begitu saja, melainkan perlu ditempa melalui organisasi. Di sanalah rakyat belajar berjuang, mengatur strategi, dan merasakan arti kolektifitas. Organisasi menjadi wadah untuk memperkuat suara rakyat sehingga tidak mudah dibungkam oleh kepentingan segelintir orang.
Pertanyaannya, apakah kita hari ini benar-benar sudah merawat pendidikan dan organisasi rakyat sebagai pilar kemerdekaan, atau justru membiarkannya terkikis oleh kepentingan jangka pendek?
Sumber : Fb Logika Filsuf
ESD Penilik


0 Komentar