Cinta sejati bukanlah sesuatu yang mudah pudar hanya karena jarak atau waktu. Ia tidak bergantung pada simbol fisik seperti kertas atau batu, karena keduanya bisa hilang atau hancur. Cinta yang sejati hidup di dalam hati, tempat di mana ia tak dapat dihapus, meski badai kehidupan datang silih berganti. Itulah mengapa cinta yang murni terasa abadi, meskipun wujudnya mungkin berubah.
Dalam hubungan manusia, banyak orang sibuk membuktikan cintanya lewat hadiah, janji, atau simbol-simbol yang tampak mewah. Padahal yang paling penting adalah apa yang tertanam di hati: keikhlasan untuk mencintai tanpa syarat, ketulusan untuk memberi tanpa berharap imbalan. Inilah yang membuat cinta mampu bertahan bahkan ketika keadaan menguji.
Hati adalah ruang yang paling sunyi namun paling jujur. Jika cinta tertulis di sana, ia akan terus memberi makna, bahkan saat fisik terpisah atau kata-kata tak lagi terucap. Cinta semacam ini bukan hanya mengikat dua orang, tetapi juga menumbuhkan jiwa, membuat kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lembut, dan bijak.
ESD Penilik


0 Komentar