Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code


 

Puasa Jangan Mencari Pahala


Puasa, sebuah ritual keagamaan yang diwajibkan bagi umat Islam, seringkali diartikan sebagai cara untuk mendapatkan pahala dan surga. Namun, saya berpendapat bahwa puasa tidak bertujuan mencari pahala. Puasa adalah kewajiban yang harus dijalankan sebagai bentuk latihan bagaimana kita terhubung dengan Allah sang pencipta.

Konsep berharap pahala adalah transaksional, seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 272: "Tidak ada kewajiban atasmu (Muhammad) untuk menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa saja harta yang kamu infakkan, maka (kebaikan) itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mengharapkan (ridha) Allah."

Kita akan mendapatkan ridho ketika kita melakukan action (keluar) bukan kedalam. Puasa adalah kebaikan buat diri kita (latihan), sedangkan yang diperhitungkan Allah adalah kemanfaatan kita untuk orang lain. 

Ritual keagamaan seperti sholat maupun puasa adalah wujud latihan bagaimana kita terhubung dengan Allah. Hal yang diperoleh dari ritual adalah keihklasan, ketaqwaan, dan kesadaran bahwa kita harus selalu berbuat baik.

Puasa mengandung nilai bagaimana kita sadar bahwa masih ada orang yang belum bisa makan sehari 3 kali. Dari kesadaran itu maka kita diwajibkan untuk berbagi, perbanyak memberi, dan perbanyak sedekah, seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Dhariyat ayat 19: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta."

Oleh karena itu, hal yang benar menurut saya adalah berkurangnya pengeluaran pada bulan Ramadhan, bukan sebaliknya. Kita harus lebih banyak berbagi, lebih banyak memberi, dan lebih banyak sedekah, sehingga kita dapat mencapai keihklasan dan ketaqwaan yang sebenarnya.

Posting Komentar

0 Komentar