Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code


 

Halal Bihalal Himpaudi, Momentum Menumbuhkan Kesadaran Diri



Purwodadi, 15 April 2026 – Penilik PAUD Purwodadi, Edy Susanto, menghadiri acara halal bihalal Himpaudi Purwodadi yang digelar bersamaan dengan rapat rutin di Aula Korwilcam Purwodadi, Rabu (15/4).

Dalam sambutannya, Edy menyampaikan bahwa halal bihalal dapat dijadikan momentum menumbuhkan kesadaran diri. “Kita sudah berlatih melaksanakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan, sekarang saatnya berlomba. Mari kita laksanakan dan lanjutkan nilai-nilai kebaikan selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Menurut Edy, kesadaran diri penting untuk dijaga agar kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadhan tidak berhenti. Halal bihalal menjadi ruang saling memaafkan, sekaligus pengingat untuk kembali menakar niat, ucapan, dan tindakan dalam mendidik anak usia dini.

Ia juga menegaskan perbedaan antara realitas dan ekspektasi. “Allah adalah realitas, sedangkan kita/manusia adalah ekspektasi. Sehingga ketika kita bergantung kepada ekspektasi, maka kita akan kecewa karena realitasnya beda,” jelasnya. Pesan ini mengajak para pendidik untuk lebih tawakal, menerima ketentuan Allah, dan tidak terjebak pada harapan berlebihan terhadap manusia atau keadaan.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216). Ayat ini mengingatkan bahwa realitas dari Allah sering kali berbeda dengan ekspektasi manusia, sehingga kesadaran diri dan sikap ridha menjadi kunci ketenangan.

Selain itu, nilai memaafkan yang menjadi inti halal bihalal juga ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22). Dengan saling memaafkan, para guru PAUD diharapkan kembali bekerja dengan hati yang bersih dan semangat baru.

Acara halal bihalal Himpaudi Purwodadi ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus merawat nilai sabar, ikhlas, dan syukur yang dilatih selama Ramadhan, serta menerapkannya dalam tugas mendampingi tumbuh kembang anak-anak.

Posting Komentar

0 Komentar