Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code


 

Refleksi 49 Tahun. Edy Selalu Dihati


Hari ini saya genap 49 tahun. Ada yang berbeda pada ulang tahun kali ini. Ternyata di bulan April ini ada lima orang teman sekantor saya yang juga berulang tahun: Ibu Masroro, Mas Arif, Mas Sayful, Mas Safuan, dan saya sendiri. Kebetulan yang indah, seolah April menjadi bulan untuk sama-sama mengingatkan kita semua sedang menua, sekaligus sedang diberi kesempatan untuk bertumbuh.

Makna sebuah perayaan hari lahir  

Bagi saya, ulang tahun bukan sekadar tiup lilin atau terima ucapan. Ia adalah jeda untuk menakar langkah. Bertambah usia berarti jatah hidup berkurang. Dua hal yang terjadi bersamaan. Maka momentum ini saya pakai untuk bertanya: sudahkah 49 tahun ini membuat saya lebih dekat ke jati diri, ke diri sejati yang Allah ciptakan?

Orang sering melihat pencapaian hanya bagian baiknya saja. Tidak ada hidup yang mudah. Saya pun begitu. Jatuh, kecewa, salah ambil keputusan, semua pernah. Tapi justru di situlah proses menjadi manusia. Kita semua sedang berproses untuk kembali ke fitrah, kembali ke jati diri. 

Bertumbuh adalah kodrat, diam adalah pilihan  

Kodrat manusia itu bertumbuh. Tanaman saja kalau tidak tumbuh namanya layu. Tapi anehnya, kita kadang memilih jalan di tempat: nyaman dengan luka lama, takut dengan risiko baru, betah dengan kebiasaan yang mengerdilkan. 

Saya belajar, bertumbuh adalah cara kita mengenal diri. Dan bertumbuh itu bukan menghindar dari masalah, tapi menghadapinya. Masalah adalah cermin. Ia memantulkan sisi kita yang belum selesai: ego, takut, gengsi, atau luka yang belum kita maafkan.

49 tahun telah kulewati dengan penuh kebahagiaan  

Kalimat ini sengaja saya tulis sebagai sugesti. Karena saya percaya, bahagia adalah pilihan. Bahagia adalah wujud nyata bersyukur. Bahagia juga kadang berarti tindakan menyembunyikan kesedihan agar tidak menulari orang lain. 

Kita semua tahu, sikap orang lain sangat mempengaruhi perasaan kita. Omongan, tatapan, penolakan, semua bisa mengoyak. Memilih untuk tidak peduli, memilih untuk ndablek demi menjaga kewarasan, itu juga tidak mudah. Alhamdulillah, saya membiasakan itu. Membiasakan meyakini bahwa semua kejadian yang saya alami adalah karena Allah. Ada yang saya pahami hikmahnya sekarang, ada yang mungkin baru saya pahami nanti. 

Untuk saya dan sahabat-sahabat April  

Selamat ulang tahun buat diriku, Ibu Masroro, Mas Arif, Mas Sayful, Mas Safuan, dan semua yang lahir di bulan April. Bertambah usia sama dengan berkurang usia. Waktu tidak bisa dinego. 

Maka mari terus berbenah. Bukan untuk jadi sempurna, tapi untuk jadi lebih baik, untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Semoga sisa usia yang Allah pinjamkan ini cukup untuk menuntaskan tugas kita: mengenal diri, menerima realitas, dan pulang dengan hati yang lebih lapang.

Terima kasih ya Allah, untuk 49 tahun yang penuh pelajaran.

Terima kasih buat senior saya Bapak Narto pimpinan kantor yang saya tempati, juga sahabat-sahabat syaa yang hari ini bersama merasakan tumpeng kebahagiaan. 

Semoga Allah senantiasa meridhoi kita. Amin. 



ESD Penilik. 

Lahir 20 April 1977

Posting Komentar

0 Komentar